Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Komisariat Ekonomi Sultan Agung
Yakin Usaha Sampai
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Perubahan sosial
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalam nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok masyarakat. Kingsley Davis, mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
Perubahan sosial dapat diartikan secara garis besar sebagai perubahan-perubahan yang menyangkut struktur sosial maupun lembaga-lembaga sosial. Perubahan sosial tidak hanya berkaitan dengan luasnya cakupan perubahan, malainkan juga berkaitan dengan dimensi-dimensi lainya seperti irama, besaran pengaruh, ataupun kesengajaan dalam proses perubaha.
Perubahan sosial dilihat dari proses berlangsungnya, menurut Soejono Soekanto :
1.Evolusi
Evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.
2. Revolusi
Revolusi yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.
GLOBALISASI
Kata globalisasi diambil dari kata global yang berarti universal. Kata yang pertama kali dipopulerkan oleh Theodore Lavitte pada 1985 ini belum terdefinisikan secara lengkap (mani’ dan jami’). Akbar S. Ahmed dan Hastings Donnan dalam buku Melawan Globalisasi karya Qodri Azizy memberi batasan bahwa globalisasi “pada prinsipnya mengacu pada perkembangan-perkembangan yang cepat di dalam teknologi komunikasi, transformasi, informasi yang bisa membawa bagian-bagian dunia yang jauh (menjadi hal-hal) yang bisa dijangkau dengan mudah”.
Contoh Efek Positif Globalisasi
1.Peranan perusahan asing dalam menciptakan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan terjadi di berbagai negara.
2.Peningkatan mobilitas sosial.
3.Peluang yang lebih luas untuk mendapatkan informasi dan penyebaran ilmu pengetahuan berkat teknologi komunikasi dan informasi.
Contoh Efek Negatif Globalisasi
1.Penyebaran budaya pergaulan yang bertentangan dengan tuntutan nilai-nilai agama dan moralitas serta telah merendahkan martabat manusia.
2.Kecenderungan ke arah pembentukan budaya global yang homogen sebagai hasil kerja lembaga-lembaga transnasional dan media komunikasi global.
3.Penyebaran budaya pop Amerika yang menyegarkan pancaindra dan mematikan roh. Kecenderungan pusat-pusat pendidikan tinggi untuk mengutamakan kursus-kursus administrasi dan teknik, akan tetapi mengebaikan pelbagai kursus ilmu kemanusiaan dan kemasyarakatan.
Islam Dalam Memandang Globalisasi
Dalam pandangan Islam itu sendiri, ada beberapa hal yang jadi rujukan untuk dipersiapkan dan dilakukan dalam menghadapi gempuran globalisasi:
Pertama, umat Islam harus meningkatkan daya seleksi. Dengan kata lain, kemampuan untuk menyeleksi aspek positif dari globalisasi itu sendiri itu sendiri. Sebab, dari kemempuan inilah, umat Islam dapat mengaktualisasikan nilai-nilai islam, kemudian mengenalkannya pada dunia. Hal ini akan terealisasi apabila umat Islam mampu menyajikan nilai-nilai tersebut melalui pendekatan yang paling ilmiah dan diterima oleh akal.
Kedua, globalisasi adalah sebuah era yang lebih menekankan pada kekutan informasi sebagai bias langsung dari era big gang of knowledge (ledakan ilmu pengetahuan). Oleh karena itu, agar umat Islam tidak tergilas oleh roda globalisasi, maka umat Islam mampu, setidaknya memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi.
Konsep Spirit yang Dibawa Islam Dalam Menghadapi Globalisasi
1.Menjadikan ajaran agama Islam pedoman hidup dan pergaulan.
2.Mengembangkan ilmu dan teknologi demi menciptakan umat muslim yang tetap kukuh keimanan dan ketakwaannya,namun siap sukses dan berlaga dalam era globalisasi. }Umat islam dituntuk untuk selalu mampu memadukan dzikir dan fikir untuk kemajuan dunia dan untuk membangun peradaban baru yang menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia.
3.Menginternalisasi kesadaran kepada umat agar mereka dapat menjalani kehidupannya sebagai manusia berbudaya global.
Ryan Febriana Hapid
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.